:/ tidak terikat kepada sesuatu atau kepada seseorang; bebas

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Edukasi. Show all posts
Showing posts with label Edukasi. Show all posts

Monday, February 12, 2018

Kolaborasi adalah Kunci untuk Membuat Internet Tetap Aman untuk Anak



Turut ambil bagian dalam topik diskusi Safer Internet Day di dunia, Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia bekerja sama dengan Netflix, salah satu perusahaan hiburan internet terkemuka di dunia, mengadakan dialog industri mengenai cara menjadikan internet sebagai ruang yang lebih aman untuk anak-anak. Dihadiri oleh akademisi terkemuka, pemangku kebijakan setempat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta pihak lain di industri ini, acara ini berfokus pada tema Create, Connect, Respect: Memberdayakan Orang Tua untuk Memandu Anak-anak yang Terkoneksi. Acara ini terdiri dari presentasi dan diskusi mengenai informasi, sarana, dan sumber daya yang tersedia di Indonesia untuk membantu mengarahkan anak-anak ke penggunaan internet yang lebih aman.

Para pembicara pada panel diskusi mewakili berbagai pihak dalam industri internet, baik secara global maupun lokal di Indonesia, dengan tujuan yang sama untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di internet kepada anak-anak. Para pembicara tersebut adalah Dra. Valentina Gintings, M.Si., dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; Margaret Aliyatul, dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia; Rizki Ameliah, dari Siberkreasi; Stephen Balkam, Founder dan CEO Family Online Safety Institute; Indriyatno Banyumurti, dari ICT Watch; dan Kuek Yu-Chang, Managing Director Netflix APAC.

“Keamanan online adalah tanggung jawab semua orang. Di Family Online Safety Institute, kami menemukan langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh setiap orang di seluruh dunia dalam mengarahkan anak-anak kita sekaligus memungkinkan mereka mendapatkan informasi di internet yang kaya dan sesuai dengan kebutuhan. Namun, hal ini hanya dapat terlaksana jika semua orang di lingkungan anak itu bekerja sama,” ujar Stephen Balkam, Founder dan CEO Family Online Safety Institute. “Acara hari ini merupakan sebuah kesempatan yang berharga bagi kita untuk bertukar pikiran dan wawasan seputar hal ini dan belajar mengenai masalah dan persoalan lokal. Saya yakin bahwa dengan adanya dialog terbuka dan membangun yang berkelanjutan semacam ini, kita bersama-sama bisa mendapatkan rancangan yang menjadi solusi persoalan keamanan online baik pada skala makro dan lokal.”

Fokus diskusi ini adalah kebutuhan akan keterlibatan semua pihak dalam kehidupan anak untuk memiliki tanggung jawab yang sama dalam upaya memelihara keamanan lingkungan onlinebagi setiap anak. Semua pihak tersebut mencakup orang tua, tenaga pendidik, pemerintah, lembaga penegak hukum, pengusaha teknologi, dan perwakilan dari industri lainnya.

“Di dalam dunia yang terhubung sekarang ini, sebuah cara yang benar-benar efektif untuk mengatur perilaku anak-anak kita di zaman digital adalah saat pemerintah, industri, dan semua pihak terkait bekerja sama untuk memberikan arahan yang diperlukan oleh anak-anak. Forum seperti ini sangat penting untuk memungkinkan berbagai pihak dari berbagai sektor untuk bersama-sama bersinergi dan merumuskan tolak ukur dari sudut pandang kebijakan publik, pendidikan, teknologi, dan sosial.” ujar Dra. Valentina Gintings, M.Si., dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. “Peran kami sebagai kementerian yaitu bekerja bersama pihak terkait untuk mempersiapkan orang tua dan pengasuh dengan informasi, sarana, serta sumber daya yang diperlukan untuk memastikan bahwa anak-anak dapat mengakses internet dengan lebih aman dan bertanggung jawab. Penting juga bagi adanya tindakan pencegahan dari komunitas dan lingkungan terdekat.”

“Netflix merasa senang dan terhormat bisa menjadi bagian pada dialog yang sangat penting di Indonesia mengenai hal mendasar dalam mengasuh anak dan bermasyarakat. Kami percaya pada pendekatan dari lingkungan dalam hal keamanan internet yang merupakan tanggung jawab bersama di antara semua pihak yang terlibat. Akhirnya, sebagai penyedia layanan hiburan internet, kami ingin memberdayakan para keluarga untuk mengambil keputusan yang bijak sambil mencari tahu apa saja yang bisa didapatkan dari Internet.” Kuek Yu-Chuang, Managing Director Netflix APAC.

Thursday, February 1, 2018

YCAB Foundation dan Microsoft Memperkenalkan Digital Skills and Generasi Bisa! untuk Persiapkan Generasi Muda Indonesia



Dengan Revolusi Industri ke-4, teknologi maju seperti Big Data, Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) mengubah cara kita belajar, bekerja dan bermain. Untuk melengkapi generasi muda Indonesia agar sukses mengikuti perkembangan teknologi, YCAB Foundation dan Microsoft dengan bangga memperkenalkan Digital Skills dan Generasi Bisa! untuk para pelajar dan mempersiapkan mereka sebagai tenaga kerja digital masa depan.

Meskipun ada kekuatiran bahwa era digital berkontribusi terhadap kemerosotan kesempatan kerja,
terutama di sektor padat karya (Kementerian Komunikasi dan Informatika, 2017), namun kemajuan
teknologi informasi telah membuka peluang baru, terutama bagi keunggulan kompetitif sumber
daya manusianya. Dengan diperkenalkannya Digital Skills dan Generasi Bisa!, generasi muda
diharapkan tidak hanya sekedar menjadi pengguna, namun juga menjadi pelopor teknologi.

Populasi Indonesia akan terus meningkat dengan perkiraan jumlah populasi sebesar 305,6 juta pada
tahun 2035, dengan sekitar 70% populasi merupakan bagian dari populasi usia produktif (Badan
Pusat Statistik Indonesia, 2016). Pemerataan akses terhadap teknologi dibutuhkan di semua wilayah
di Indonesia dengan melibatkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi swasta dan non-profit.
Salah satu keterampilan yang harus dimiliki adalah ilmu komputer dan cara berpikir struktural agar
dapat bersaing secara global. Keterampilan digital, mulai dari literasi komputer mendasar hingga
pendidikan sains komputer, akan mempersiapkan generasi muda di masa depan dan membuka
pintu peluang ekonomi yang lebih besar.

Program Microsoft Digital Skills kini hadir di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah
sebelumnya sukses dilaksanakan di Jambi, Jakarta, dan Yogyakarta. Generasi Bisa! Juga
diperkenalkan sebagai platform ketenagakerjaan yang menghubungkan para lulusan SMA/SMK
dengan perusahaan pencari tenaga kerja. Selain itu, para peserta Microsoft Digital Skills juga akan
mempelajari konsep cara berpikir struktural dan ilmu komputer dasar selama sesi Hour of Code
(HoC).

Generasi Bisa! adalah sebuah platform yang didukung oleh Microsoft, dikembangkan oleh YCAB
Foundation, dan merupakan bagian dari M-Powered, sebuah inisiatif regional Microsoft di Asia. M-
Powered dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan kerja dan menjembatani kesenjangan kesempatan, serta telah mendapat dukungan dari Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia.
GenerasiBisa! memiliki berbagai fitur, mulai dari kursus, program mentoring, lowongan pekerjaan,
hingga artikel karir.

“Tingkat kelulusan siswa/i SMK dan SMA di Kupang yang hampir mencapai 100%, menjadi salah satu faktor pendorong kami dan Microsoft untuk memperkenalkan GenerasiBisa! kepada mereka yang ingin mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan. Hari ini, telah hadir bersama kami para siswa/i dari Rumah Belajar YCAB di Kupang yang akan mengikuti sesi HoC, yang akan mengajarkan bagaimana ilmu komputer dapat memupuk kreativitas, pemikiran kritis, serta pemecahan permasalahan, yang akan melengkapi para kaum muda dengan keterampilan yang paling dicari oleh pengusaha." ujar Firza Imam Putra, Head of Development & Communications YCAB
Foundation.

Kegiatan ini akan dihadiri oleh para guru SMA dan SMK serta siswa/i Rumah Belajar YCAB.
Tahun ini, kerja sama antara YCAB Foundation dan Microsoft mencakup area ketenagakerjaan
dan pengenalan ilmu komputer. Kegiatan ini akan melibatkan sekitar 12 sekolah di wilayah
Kupang.

"Kami bangga dapat bekerjasama dengan pemerintah kota Kupang dan YCAB Foundation untuk
menciptakan masa depan lebih baik untuk masyarakat. Seiring dengan era digital yang
membutuhkan sumber daya manusia yang melek teknologi, , kami berharap dapat membantu
menciptakan peluang ekonomi dan memastikan setiap orang mampu menghadapi kemajuan era ini,
diantaranya melalui Generasi Bisa! dan Digital Skills. Program yang nantinya akan menjadi bagian
dari Rumah Belajar YCAB juga diharapkan mampu menyiapkan masa depan generasi muda di
Kupang yang kompetitif,” ujar Linda Dwiyanti, Director of Marketing and Operations, Microsoft
Indonesia.